Kamis, 10 November 2011

“Ada Apa Dibalik Berbagai Macam Versi”


Ada sebuah pertanyaan dari salah satu sahabat, sudah beberapa hari yang lalu sebenarnya tapi baru ana diposting sekarang afwan… . Afwan… ^_^ semoga masih bisa bermanfaat…

Sebuah pertanyaan…
Kenapa penampilan wanita islam sekarang ini cara menutup aurat mereka berbagai macam versi (ada yang syar’i sesuai dengan syari’at islam ada juga yang masih belum syar’i) ? ya… secara garis besarnya seperti itu pertanyaannya. Dalam persoalan ini boleh dikatakan adanya tiga kategori wanita.

1. Menutup aurat dengan sempurna, (syar’i) sesuai dengan syari’at islam.
2. Menutup aurat tetapi masih belum sempurna.
3. Langsung tidak menutup aurat.

Dari beberapa versi yang ada muncul sebuah pertanyaan, seperti apa menutup aurat pada wanita yang syar’i dianjurkan dalam agama islam ?, jawabannya sebenarnya udah terwakili oleh postingan Akh aan.. (koor kaderisasi) beberapa hari yang lalu di grup ini, nah… udah pada baca kayanya nih.

Ya lanjut… karena sudah dibahas Akh aan sebelumnya, jadi kita lanjut saja yang akan ana bahas “ada apa dibalik berbagai macam versi tersebut”.

Dari Versi pertama : Kumpulan menutup aurat dengan sempurna (syar’i) sesuai dengan syari’at islam, karena wanita tersebut sadar bahwa itu adalah perintah Allah SWT. Menyadari bahwa hukum menutup aurat itu wajib serta memahami cara yang betul dalam menutup aurat. Salah satu diantara ayat Al-Qur’an yang menganjurkan untuk menutup aurat secara sempurna, seperti yang dijelaskan…

Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman: "agar mereka menjaga pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” ( QS : An-nuur 31).

Ayat atas menegaskan 4 hal :
1. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.
2. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.
3. Larangan untuk menampakkan perhiasan (aurat) kecuali yang biasa tampak.
4. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita biasa disebut jilbab.

Dari Versi kedua : Kumpulan menutup aurat, tetapi masih belum sempurna. Kategori ini mutakhir ini cukup banyak. Contohnya saja kadang-kadang kepala ditutup dengan kerudung tetapi potongan tubuh badan dipertonton kepada orang.
Hakikatnya, pemahaman masyarakat wanita muslim dalam persoalan menutup aurat masih ada yang belum terlalu faham. Ya seperti yang kita biasa dengar ungkapan “daripada tidak menutup aurat sama sekali” Kata-kata ini, tampak baik, semacam positif, pada hakikatnya suatu yang masih dangkal.

Kenapa perlu dibandingkan dengan yang tidak menutup aurat? Kononnya yang menutup aurat walaupun tidak sempurna sudah merasa baik… Coba jika seandainya dibandingkan dengan yang lebih sempurna dalam menutup aurat (syar’i) ? Nah… jika semua wanita berpikir seperti itu pasti tidak akan terlihat lagi wanita muslimah yang tidak syar’i dalam menutup aurat, seperti yang biasa dikatakan ‘Wanita itu adalah tiang negara’, ketika wanita-wanita itu baik didalamnya maka ketika itu negara itu akan baik pula, sebaliknya bila wanita-wanita itu rusak maka rusaklah negara itu, sehingga peran wanita sangat diperlukan untuk maju mundurnya suatu Negara, daerah dan rumah tangga, karena dipundak kaum wanitalah bangsa ini, Negara kita berharap wanita yang melahirkan generasi yang terbaik. Bila wanita lemah maka lemah pula Negara ini karena kaum wanita adalah tiang Negara itu sendiri.

Dari Versi ketiga : Kumpulan wanita yang tidak menutup aurat, kalau boleh dikatakan seperti ini karena wanita tersebut belum faham dan sadar bahwa itu adalah perintah Allah SWT. Belum menyadari bahwa hukum menutup aurat itu wajib serta belum memahami cara yang betul dalam menutup aurat. Sehingga implementasi dan aplikasi dikehidupan sehari-hari masih belum terealisasi.

Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Wanita-wanita yang digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yang mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tapi pada hakikatnya telanjang. Sebab pakaian yang mereka kenakan tak dapat menutupi apa yang Allah SWT perintahkan untuk ditutupi.

Padahal sesungguhnya wanita-wanita beriman diperintahkan agar meninggalkan kebiasaan jahiliyah. Mereka diminta agar lebih menjaga diri, dengan mengendalikan pandangan, menutup aurat, mengenakan kerudung atau jilbab, dan sama sekali tidak dibenarkan melakukan tabarruj .

Jadi, perintah agar wanita Muslimah menutup aurat, menjaga kesopanan, dan kepantasan dengan berkerudung atau berjilbab, adalah ajaran Islam yang sebenar-benarnya berdasarkan Alquran dan As-Sunah.

Dapat disimpulkan seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku.

Dapat disimpulkan wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki, secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya?”. Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah. Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih baik? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan menjadikan setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita dambaan surga, merdeka, dan sejati.

Dan sesungguhnya….

Katakanlah (Muhammad): "Ta'atilah Allah dan Rasul. jika kamu berpaling, katahuilah Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (QS : ali ’Imran, 32 )

“Wahai orang-orang yang beriman ! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya). (QS : Al-Anfaal : 20)

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab : 36)

“Wahai orang-orang yang beriman ! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (An-nisaa’ : 59)

Wallahu’alam…
Semoga bisa membuka pikiran kita kembali kearah yang lebih baik lagi, semoga bermanfaat tetep istiqomah dijalan kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setiap Kata Bijak adalah inti sari kehidupan..